Suatu malam di hari rabu …tepatnya pukul 03.00 WIB, tanggal 22 Juli 1983 telah lahir jabang bayi yang oleh kedua orang tuanya diberi nama Hafid Lastito, anak ke 4 dari 5 bersaudara. Detik, menit,jam,hari,minggu,bulan, tahun dilalui, kini hafid kecil sudah mulai sudah bisa merengek, dia mulai bisa berlari mengejar apa yang menjadi harapannya walau itu semua masih angan-angan. Dia memang gemar akan bermain bola sejak kecil. pernah suatu ketika saking senangnya dia akan bola, kakinya berdarah dan kukunya terlepas karena menendang batu yang dia kira itu bola…he,,he lucu juga yha. Ketika memasuki usia taman kanak kanak, masuklah dia di TK Sari Asih , sebuah TK yang tak jauh dari rumahnya atau bisa dibilang sangat dekat dan bisa ditempuh hanya dengan berjalan kaki. Seiring wktu berjalan bangku sekolah dasar pun mulai ia rasakan, dia masuk di sebuah sekolah dasar yang cukup dibilang favorit di wilayah depok tepatnya di SDN Babarsari. Ketika disitu dia sangat merasa bangga karena selama 6 tahun disitu pengalaman bertemu dan berdialog dengan beberapa tokoh nasional maupun tokoh dari negara lain sudah dia alami. Tokoh nasional yang pernah singgah antara lainMendiknas saat itu,bupati sleman saat itu, dan yang paling berbekas adalah saya sempat digendong ibu Hillary Clinton he,,he saat itu masih sebagai ibu negara Amerika Serikat, saat ini kalo tidak salah dia sebagai Menlu. ketika mulai kelas 6 sebagai penyaluran hobiku maka aku masuk di SSB IKIP Yogyakarta, sebuah sekolah sepakbola yang ada pembagian metode pelatihan berdasarkan klasifikasi umur. Sebuah pelajaran yang sangat berharga ketika dia di sana, banyak pelajaran tentang sepak bola yang sampai saat ini masih saya terapkan. Memasuki usia SMP aku masuk di sekolah yang menjadi tetangga SD ku, karena memang bersebelahan he,,he SLTP depok 2 Yogyakarta, saat ini menjadi SLTP depok 4,mulailah disini saat anak mulai beranjak dewasa banyak kejahilan2 yangterjadi saat itu (maaf yha untuk semua yang terjahili). Memang dasar dia hobi banget dengan olahraga maka gak heran hanya mata pelajarn olah raga yang paling dia gemari (buka berarti mendiskreditkan yang lainnya seh he,,he). Pengalaman paling berkesan adalah saat mengikuti lombva lari marathon 10 K di Atmajaya Thon, walau tidak berprestasi tetapi saat aku seumur itu aku sdh mampu bersaing dengan pelari2 yang lain yang lebih matang dari usia (Lumayan lah dapat sertifikat he,,he). Banyak wajtu yang tersita saat itu hanya untuk olah raga dan sepak bola. Ketika SMA aku mulai mengikuti kompetisi divisi 2 PSS Sleman aku masuk di suatu klub lokal di Wdomartani. Mental, kemam;puan dan kematanganku teruji disana…setelah menjadi juara divisi 2 akhirnya kita promosi ke divisi utama PSS sleman…karena kalah pengalama, pada musim pertama langsung deh kita degradasi lagi ke divisi 2 he,,he. Memang dasar gila bola ketika kuliah aku bergabung di salah satu klub lokal dalam kompetisi Divisi Utama Persikup Kulonprogo, bersama Mentaog FC, hanya satu musim disana lumayan posisi 2 he,,he dari bawah maksudnya. Ketika masuk bangku kuliah, banyak waktu kuliah terbuang karena aku sibuk kesana kemari (Purworejo,Solo,Cialacap,dsb)hanya untuk bermain bola (lumayan tambah penhasilan sithik2 he,,he).   Akhirnya tiba masa ku untuk istirahat…ketika di wonosari tempurung kakiku bergeser dan harus istirrahat selama kurang lebih 1 tahun akau tidak main bola..setelah itu mental ku turun setiap bermain bola karena trauma akan cedera lagi, itu berimbas pada permainanku yang menurun..hik..hik..hik(banyak crita tentang aku dan bola sebetulnya he,,he tapi panjang banget…)

Aku suka bermasyarakat, disana aku bisa mengenal sifat dan karakter berbagai orang. Mulai menjadi pengurus Masjid, Pengurus karang taruna, bahkan panitia Manten dan lainnya. Aku bisa belajar banyak disini di desaku Condongsari, desa yang dulu masih sangat senang disinggahi banyak orang. Mengapa aku suka bersosial, karena agamaku Islam memang mengajarkan seprti itu, kodrat kita memang seperti itu sebagai bagian dari masyarakat. Memang banyk konflik yang terjadi, tapi itu aku ambil sebagai pelajaran dan hikmah, itu adalah sebuah prose pendewsaan diriku untuk masuk sebagai manusia yang sesungguhnya, manusia yang mau bertegursapa, mau saling membantu,dan selalu bisa menjadikan masyarakat itu sebagai sebuah ilmu dari segala ilmu dunia terdapat disana.

Bola yang saat dulu menjadi cita2ku sebagai pemain bola profesional belum tergapail, smabil berjalan setelah lulus dari STIE YKPN, aku mulai belajar wiraswasta sendiri dan alhmdullillah aku bisa hidup sendiri tanpa minta uang saku dari orangtua. …saat ini aku sedang belajar menjadi nelayan walaupun aku adalah seorang penggembala sapi, tapi aku akan mencoba belajar sedikit demi sedikit aku tak berpikir hasil akhir, tapi yang terpenting aku akan  mencoba……Nyuwun dongane nggih rencang2 sedoyo…

hafid Lastito, Februari 2006

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s