Ngobrol di Gardu Ronda (21/April/2102;00.05 AM)

Ngobrol dengan teman di gardu ronda, Sabtu 21 April 2012, 00.05 WIB

Kartini,…Raden Ajeng Kartini

Sebuah nama yang sangat dikenal di negara kita, terlebih bagi kaum wanita yang menjadikan Kartini adalah sebuah figur perempuan yang tegar dan penuh tanggung jawab dengan segala apa yang diembannya saat itu, walaupun dengan segala keterbatasannya diitengah penindasan penjajah saat itu. Pada tanggal 21 April 2012 kemarin tak hanya kebaya, baju daerah dikenakan oleh masyarakat di seluruh wilayah negara kita. Banyak para kaum muda mengupdate statusnya melalui berbagai jejaring sosial maupun BBM. Mulai dari “Habis gelap Terbitlah terang”, Kartini pelopor Kaum wanita, dan sebagainya. Adapula satu kolom lebar dalam berbagai media cetak yang menguraikan perjuanagn dan pengorbanan Beliau RA Kartini. Banyak juga para pejabat negara yang mengucapkan Selamat hari kartini melalui berbagai media di masyarakat.

Yang menjadi pertanyaan kita saat ini adalah dimana Kartini sekarang?. Setelah semua yang sudah engkau korbankan dan engkau perjuangkan dahulu kala. Saat ini dimana penerus-penerus engkau saat ini, tanggal 21 April kemarin baru saja terlewati, semua mengenangmu.Semoga saja tidak hanya mengenangmu saja para perempuan sekarang bisa mengenalmu. Tetapi juga bagaimana beliau (Kartini) bisa menjadi figur bagaimana memposisikan perempuan saat ini. Dimana…. dimana… dimana….

Jadi mari berkartini tidak hanya terlihat dari busana saja yang hanya setiap tanggal 21 April kita kenakan, tetapi mari kita lanjutkan apa yang menjadi cita-cita beliau (Kartini), apa yang telah dikorbankan dan diperjuangkan saat itu. Bagaimana kita mengerti apa itu artio emansipasi yang sesungguhnya yang selalu disalahtafsirkan oleh masyarakat. Emansipasi merupakan bagaimana kondisi sesuatu yang bisia berubah melalui kesetaraan. Jadi dapat  disimpulkan arti Emansipasi dan apa yang dimaksudkan oleh Kartini adalah agar wanita mendapatkan hak  untuk mendapatkan pendidikan, seluas-luasnya, setinggitingginya. Agar wanita juga di akui kecerdasannya dan diberi kesempatan yang sama untuk mengaplikasikan keilmuan yang dimilikinya dan Agar wanita tidak merendahkan dan di rendahkan derajatnya di mata pria.

Bahkan banyak dari para ibu  yang mengatakan “Jika Kartini masih hidup saat ini, beliau akan menyerang pengertian emansipasi saat ini, bagaimana bbanyak wanita yang mengumbar aurat, banyak wanita yang ingin menjadi laki-laki karena ingin diakui yang berangkat dari rasa rendah diri dan merasa lebih unggul jika menjadi seorang laki-laki. Sebenarnya kita (manusia) itu unik masing-masing (pria&wanita) memiliki kelamahan dan keunggulan masing-masing yang seharusnya kita bisa saling mengisi dan melengkapi. Bagaimana sesuatu yang berbeda itu adalah memiliki hak yang sama dalam segala bidang keilmuan ataupun keahlian tanpa harus mendeskriminasikan antara keduanya. Benang merahnya adalah bagaimana lelaki menghormati perempuan sepenuhnya dan sebaliknya bagaimana perempuan menghormati laki-laki seutuhnya. (vid)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s