Oleh-Oleh dari Stand Research week 2010……..

Oleh-Oleh dari Stand Research week 2010……..

Saat saya melintas mengggunakan kendaraan bermotor di suatu jalan, ada sebuah mobil berjalan pelan dengan lampu bertanda belok ke kiri, secara otomatis saya yang berdada dibelakangnya menunggu sampai mobil itu berbelok ke kiri, karena saya juga akan berbelok ke kiri. Setelah saya ikuti terus berada di belakang mobil tersebut, ternyata mobil itu masih terus berjalan lurus dengan “ritting” yang terus menyala. Dalam hati saya berkata apa lampu pertanda belok itu masih terus akan menyala?. Apakah pengemudinya lupa? Atau mungkin itu memang sebuah kebiasaan dari pengemudi yang selalu lupa mematikan lampu “ritting” setelah dia berbelok . Pertanyaan terakhir menjadi pertanyaan yang terdengar begitu aneh di telinga saya.

Pada hari Rabu , 13 Juli 2010 kemarin kebetulan saya sedang berada di sebuah stand pameran research week UGM di Graha Sabha Pramana. Kebetulan PUSTRAL UGM bekerja sama dengan ASTRA Motor dengan menyediakan simulator kendaraan yang bertujuan untuk  bagaimana menggunakan motor dengan baik dan tentu saja taat dan patuh pada aturan lalu lintas di jalan. Dengan adanya alat simulator kendaraan tersebut berimbas pada banyaknya para pengunjung yang ingin mencoba menggunakan alat tersebut dan menambah pengetahuan bagaiman menggunakan motor  dengan baik serta mematuhi eraturan lalu lintas. Karena pada saat selesai menggunakan alat tersebut, akan memberikan skor bagi pengendara yang merupakan penilaian dari bagaimana si pengendara menggunakan kendaraan ketika berada di rute yang telah disediakan.

Kebetulan pada saat itu ada seorang pengunjung stand dari kalangan akademisi yang mencoba menggunakan alat simulator berkendara tersebut. Setelah selesai menggunakan alat tersebut, beliau bertanya pada saya, Mas, saya itu sering menemui ada orang berkendara entah itu mobil atau motor , yang selama di jalan lampu “ritting” mereka nyala terus, padahal mereka jalan terus ngak belok kemana-mana”, saya punya usul mas, lha mbok produsen motor itu kerjasama dengan kepolisisan untuk membuat kebijakan berupa lampu “ritting” itu menyala dengan diberi waktu bagi pengendaranya, misalnya setelah mau berbelok  “ritting” dinyalakan tapi setelah 3 menit mungkin akan mati secara otomatis, efeknya nanti tidak akan menganggu pengendara lain yang berada di depan maupun dibelakangnya, bias lho mas kecelakaan terjadi karena seperti itu, apalagi kalo itu sebuah kebiasaan dari pengemudi itu sendiri yang selalu lupa mematikan lampu “riting” setelah berbelok”.

Ternyata pertanyaan saya tadi pada tulisan paling atas, secara tidak sengaja sudah terjawab oleh bapak pengunjung stand  ini. Mungkin cerita diatas cukup memberikan gambaran bagi para pihak yang terkait untuk merumuskan kebijakan atau mungkin melakukan pembaharuan kebijakan.Tapi yang terpenting jangan asal semprit aja… he,,he,,he,he😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s