Dia

Dimana dia,…….
Dia memang sudah ada
Dia ada ketika akupun ada
Dia menjadi pagi dikala shubuhku datang
Dia adalah awal ketika aku memulai

Dia..
Dia itu bidadari..
Dia adalah tulang rusukku
Dia melengkapi gambaranku
Dia Inspirasiku…

Dia hati nuraniku

Dia ruang jiwaku

Dia adalah hadiah semesta untuku

Dia matahariku…

Tapi dia kini hilang..

Senja datang menjelang malam

seiring wanginya yang mulai pudar

seiring warnanya yang mulai sirna hingga tak ada warna lain yang menggantikan…….

Shubuh itu kini senyap…

Pagi itu kini gelap…

dan malam pun semakin pekat..

Dimana dia aku pun hilang..

Hingga ranting jatuh pun aku tak peka..

Hingga air tersibak pun aku kering…….

Dimana warnamu….

Dimana shubuhku yang dulu..

Dimana pagiku yang dulu..

Mengalirlah kembali sungaiku yang deras..

Sungai yang dulu pernah beradab dalam kehidupan

wahai kau bidadari…

berlayarlah ke laut..

laut yang dulu pernah kita taklukan bersama..

Dan Karang itu pun semakin terjal…..

Dan Air laut pun tak akan mampu memecahkannya………

Hingga laut itu pun kini..

Sunyi…..

Senyap…..

Hening…….

……………

………………..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s