Bumikan Bumi Kita dengan Bersepeda…

Mari Bersepeda…………..

Bumi ini sudah kotor, begitu kata soerang teman yang gemar melakukan perjalanan dengan sepeda kesayangannya. Meski sepedanya dulu sampai dengan saat ini adalah sepeda unta atau onthel yang kelihatan kusut catnya. Tetapi jangan salah jika kita coba menaikinya sekali genjot, dua tiga pulau terlampuai, begitu ceplosannya he,,he,he. Bahkan beliau pernah juga berceloteh yang lebih lucu lagi, bersepeda itu seperti makan lontong sayur, sambal krecek, krupuk emping, dan teh panas gulo batu. Sya heran pada apa yang diucapkannya, ketika beliau memaparkan bersepeda itu olahraga rohani dan fisik lengkap nikmatnya seperti menu makanan diatas.

Untuk itu beliau sangat antusias dengan semakin maraknya olahraga bersepeda, khususnya di Yogyakarta. terlebih banyak munculnya berbagai club sepeda dan berbagai gerakan-gerakan untuk mengayuh sepeda untuk mengurangi pemanasan global. Memang kemunculan berbagai gerakan untuk menggalakan masyarakat untuk bersepeda seperti, bike to work, sego segawe, dan banyak lainnya sangat berimbas pada minat masyarakat untuk bersepeda. Telebih saat ini di berbagai instansi atau pemerintahan mengajak para karyawan nya untuk menggunakan sepeda tiap hari Jumaat ketika berangkat ke kantor.

saya kutip dari http://b2w-jogja.web.id/ tentang bagaimana solusi dalam menata lalu lintas perkotaan, seperti yang dikatakan mantan Walikoya Bogota, berikut kutipannya.

Mantan Walikota Bogota, Columbia Enrique Penalosa memberikan saran bagi Jakarta untuk mengurangi kemacetan dengan memperbanyak sepeda.

“Jaringan jalan tak perlu ditambah. Tetapi memberikan ruang yang sangat besar bagi pejalan kaki dan jalur khusus sepeda,” kata Enrique ketika menjadi pembicara dalam seminar Sustainable Jakarta Convention 2009 di Hotel Four Season Jakarta, Selasa.

sepedakampus-300709 Jakarta Perlu Kurangi Kemacetan dengan SepedaPenambahan jalan disebut Enrique tidak akan membantu memecahkan masalah kemacetan, karena yang dibutuhkan adalah rekayasa sosial, untuk memindahkan pengguna mobil pribadi ke angkutan umum dan pejalan kaki.

“Persempit ruang bagi kendaraan pribadi, beri ruang yang luas untuk angkutan masal dan pejalan kaki,” katanya.
Enrique menyadari bahwa hal tersebut tidak gampang dan membutuhkan upaya keras untuk mengubah perilaku masyarakat dan membutuhkan `political will` dari pemerintah.

Namun ia menyebut bahwa cara tersebut telah sukses dilakukan di kotanya, Bogota yang diperkirakan mirip karakteristiknya dengan Jakarta.

Di Bogota, masyarakat berhasil meninggalkan kebiasaan menggunakan kendaraan pribadi dan beralih menggunakan bus rapid transit (BRT) Transmillenio, yang sedang dikembangkan Pemprov DKI di Jakarta lewat Transjakarta.

Trik lain untuk memancing masyarakat meninggalkan kendaraan pribadi disebut Enrique adalah dengan membangun pedestrian atau tempat pejalan kaki yang luas dan nyaman.

Cara itu telah diterapkan di negara-negara maju seperti di Paris, London maupun Bogota dimana pedestrian juga kemudian digunakan sebagai ruang publik untuk berinteraksi.

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengakui cukup sulit melakukan perubahan perilaku berkendara masyarakat dalam waktu singkat.

“Saya kira mengubah perilaku masyarakat tidak bisa secara drastis,tapi kita bisa melakukannya secara bertahap, apa lagi sistem pemerintahan kita berbeda yang berlaku di Colombia,” katanya.

Pemprov DKI disebut Fauzi telah mulai mengubah kebiasaan masyarakat dengan mengoperasikan `busway` Transjakarta sejak 2004.

“Saya kira mengubah perilaku melalui `busway` merupakan suatu upaya yang signifikan serta sudah kita kerjakan dan akan diteruskan dan lihat saja, dulu Jakarta tidak ada tradisi antri tetapi setelah ada busway budaya antri telah terbentuk sampai sekarang,” ujarnya.

Sementara untuk membenahi transportasi kota Jakarta, Pemprov juga akan mengandalkan Mass Rapit Transit (MRT) yang direncanakan beroperasi pada 2016.

Saat ini, pembangunan MRT tahap pertama dari Lebak Bulus- Dukuh Atas telah memasuki tahap pembuatan desain dasar.

“Koordinasinya masih dengan departemen perhubungan, setelah itu ada koordinasi dengan Pemprov yang di detail ijinnya akan di tinjau,” jelasnya

Gubernur berharap pembuatan desain dasar itu akan selesai sesuai target ditahun 2010.

“Mestinya selesai dalam 14 bulan, tapi kita minta konsultan menyelesaikannya lebih cepat, kemudian pada awal atau akhir tahun depan bisa melakukan tender untuk konstruksinya,”ujarnya.

Fauzi juga berharap dengan adanya MRT ini perilaku masyarakat akan bertambah baik lagi dari budaya antri yang terbentuk dari busway.

“Jika Bus way bisa membentuk budaya antri saya juga berharap dengan adanya MRT masyarakat bisa membudayakan tepat waktu,” katanya.(*)

Berdasar kutipan diaatas mungkin akan sangat tepat juga cara tersebut digunakan dan diterapkan di kota Yogyakarta. Seperti kita tahu Yogyakarta sangat dipenuhi banyaknya sepeda motor yang sangat ruwet ketika waktu waktu tertentu. Mungkin untuk itu mengapa walikota Yogyakarta sangat mendukung sekali gerakan segosegawe maupun bike to work.

Beberapa manfaat bersepeda memiliki banyak manfaat yang sangat berguna bagi kitya sendiri dan tentu saja untuk lingkungan. 

Olahraga bersepeda mungkin dipandang sebagai olahraga yang mudah dilakukan. Seperti pendapat yang dismapaikan oleh Dokter spesialis kedokteran olahraga dari Bagian Kedokteran Olahraga Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Tanya Rotikan, mengingatkan bahwa olahraga bersepeda termasuk olahraga yang membutuhkan keterampilan. karena pada umumnya orang yang sudah dapat mengendarai sepeda sekali akan bisa seterusnya.

Keterampilan utama yang dibutuhkan dalam bersepeda ini adalah keseimbangan. Organ yang akan terpengaruh dalam latihan bersepeda termasuk jantung dan paru-paru. Sedangkan otot yang dilatih dengan bersepeda adalah otot tungkai, lengan, perut dan punggung. sangat lengkap bukan sekali genjot banyak otot yang kita gerakan.

Bersepeda adalah salah satu jenis olahraga aerobik, selain senam, joging, dan berenang. Bersepeda bisa dilakukan sebagai aktivitas fisik, sebagai latihan fisik alias exercise, atau juga sebagai sport atau olahraga. Aktivitas fisik meliputi kegiatan sehari-hari yang melibatkan gerakan tubuh. Termasuk semua kegiatan kita sehari-hari, seperti menulis atau menyapu lantai, dan bersepeda santai ke warung.

Tapi, tentu saja aktivitas fisik tidak optimal dalam memberikan manfaat kesehatan. Lain lagi dengan latihan fisik. Kegiatan yang termasuk latihan fisik ini adalah kegiatan yang memenuhi target denyut jantung tertentu. Misalnya bersepeda dalam jarak tertentu atau kecepatan tertentu. Sedangkan bersepeda sebagai bentuk olahraga biasanya melibatkan kompetisi. Jenis ini tentunya khusus untuk atlet dengan persyaratan tersendiri.

Sebagai latihan yang bisa dilakukan semua kalangan, tapi tanpa kompetisi, bersepeda merupakan latihan fisik. Ini berarti bersepeda harus dapat memacu denyut jantung sesuai dengan target. Dengan begitu, fungsinya sebagai latihan yang meningkatkan kemampuan jantung dan paru-paru akan lebih optimal. Target denyut jantung yang biasanya digunakan dalam latihan fisik adalah memenuhi angka 60%-85% dari 220 dikurangi usia. Misalnya, usia kita 20 tahun, berarti target denyut jantung adalah 60% dari 200, yaitu 120 denyut per menit.

Bersepeda baik dilakukan jika lengkap dengan pemanasan dan pendinginan, seperti umumnya latihan fisik. Perlu diperhatikan juga, apakah latihan itu dilakukan secara benar.

Orang-orang pengidap asma atau penyakit jantung, misalnya, disarankan agar berkonsultasi dulu dengan dokternya tentang olahraga apa yang cocok untuk kondisi tersebut.

Sebagai olahraga aerobik, bersepeda akan optimal bagi kebugaran tubuh jika dilakukan tiga hingga lima kali dalam seminggu, dengan memenuhi target denyut jantung. Bisa saja orang memulai secara bertahap, satu atau dua kali dulu dalam seminggu. Baru perlahan ditambah.

Tentu saja latihan itu dilakukan secara terukur juga. Idealnya latihan bersepeda, seperti latihan aerobik lain, dilakukan 20 hingga 60 menit sehari, misalnya bersepeda 10 menit di pagi hari, dan 10 menit lagi di sore hari. Pembakaran kalori yang terjadi karena bersepeda juga tergantung pada kecepatan, berat badan, dan jenis kelamin. Rata-rata kalori yang terbakar dengan latihan aerobik apa saja adalah 300 hingga 500 kalori per jam.

Uraian seputar latihan bersepeda itu berlaku untuk dua tipe bersepeda, yakni bersepeda statis dan bersepeda dinamis. Tentu saja beberapa faktor untuk bersepeda di luar ruang bisa menjadi pertimbangan. Misalnya sinar matahari dan polusi serta radikal bebas.

Selain menyenangkan, bersepeda membuat tubuh jadi tetap bugar. Berikut beberapa fakta menarik seputar bersepeda.

  • Mengendarai sepeda bisa menyelamatkan hidup Anda! Sebuah penelitian melibatkan 13.375 perempuan dan 17.285 laki-laki, dan mengikuti kebiasaan mereka bersepeda ke tempat kerja. Seperti diinformasikan www.nybc.net, kebiasaan tersebut terbukti dapat menurunkan risiko kematian sebesar 40%.
  • Menurut American Heart Association, aktivitas fisik seperti bersepeda yang dilakukan rutin setiap hari akan bermanfaat:
    1. Menurunkan risiko terkena penyakit jantung karena bersepeda dapat memperlancar sirkulasi darah ke seluruh tubuh.
    2. Menjaga berat badan.
    3. Menjaga tingkat kolesterol dalam darah.
    4. Menghindari dan mengatur tekanan darah yang tinggi.
    5. Mencegah keropos tulang.
    6. Meningkatkan kebugaran dan tenaga.
    7. Membantu menghindari stres.
    8. Meredakan tekanan atau otot-otot yang tegang.
    9. Membantu kualitas tidur.
    10. Membantu meningkatkan kepercayaan diri dan sikap optimis.
    11. Merupakan salah satu kesempatan untuk mempererat hubungan sosialisasi, baik dengan keluarga maupun dengan kerabat.
  • Dalam www.leedscyclists.org.uk juga disebutkan bahwa bersepeda statis selama satu jam dapat membakar sekitar 300 kalori. Sedangkan bersepada dinamis selama setengah jam dan dilakukan rutin setiap hari dapat membantu melenyapkan 5,5 kilogram lemak dalam satu tahun. Tentu saja latihan itu idealnya dilakukan rutin setiap hari. Dengan begitu, berat badan tetap dapat dijaga. Apalagi jika dibarengi perubahan pola makan yang sehat.
  • Studi juga menunjukkan, bersepeda dan berjalan cepat dapat meningkatkan tingkat kebugaran kardiovaskular sebesar 3%-7%. Latihan itu juga bermanfaat menurunkan kolesterol hingga 5% dan menurunkan berat badan 3% dengan frekuensi rutin selama 15 minggu.
  • Sebuah studi lain, masih dari situs yang sama, membuktikan pekerja yang rutin bersepeda sejauh 20 mil dalam satu minggu akan lebih terhindar dari penyakit jantung ketimbang rekan-rekan kerja mereka yang tidak bersepeda. T

T I P S

Berikut beberapa anggapan yang salah terkait bersepeda ke kantor yang saya kutip dari http://b2w-jogja.web.id/2009/05/15/6-mitos-sungguh-keliru-mengenai-bersepeda-ke-tempat-kerja.html  :

1. Naik sepeda terlalu berbahaya

Memang terdapat resiko yang nyata dalam menggunakan sepeda sebagai transportasi.  Sering pesepeda bertabrakan atau ditabrak oleh kendaraan lain. Namun seberapa bahaya bersepeda jika dibandingkan dengan moda transportasi yang lain? Ada fakta menarik yang mungkin anda belum menyadarinya.

Sebuah biro konsultan bernama Exponent (sebelumnya dikenal dengan Failure Group) telah melakukan pengujian keamanan, resiko kecelakaan  dan meneliti berbagai bentuk aktivitas yang kemudian mereka rangkum sebagai angka bahaya. Hasilnya, mereka menyatakan bahwa angka bahaya per sejuta jam berlangsungnya aktivitas adalah 0.26 untuk kegiatan bersepeda, 0.47 untuk berkendara mobil, 1.53 untuk ‘hidup’  (semua penyebab kematian natural), dan 8.80 untuk bersepeda motor. Dengan kata lain, penemuan mereka menyatakan bahwa resiko yang ditanggung ketika bersepeda hanyalah separuh dari resiko mengendarai mobil, bahkan hanya seperenam saja dari resiko yang terjadi ketika kita ‘tetap hidup’.

Mungkin angka diatas hanya sekedar angka, mungkin saja keliru dalam memprediksikan resiko keselamatan seseorang. Studi lain menunjukkan bahwa tingkat kefatalan dari kecelakaan yang melibatkan pesepeda 11 kali lebih parah dari penumpang di dalam mobil tiap kilometer perjalanan. Angka untuk pejalan kaki jauh lebih besar, sekitar 36 kali dibanding berkendara mobil.

Yang bisa kita pelajari dari studi-studi tersebut bahwa kita bisa meminimalkan kefatalan yang mungkin terjadi. Menggunakan pelindung kepala dan tangan, menggunakan lampu sepeda di malam hari, memberi tanda visual yang jelas ketika berganti arah dan mengendarai sepeda di lajur yang sesuai (paling kiri) akan meningkatkan tingkat keamanan dalam bersepeda. Jika kita berlaku sama seperti pengguna jalan lain, yaitu mematuhi aturan lalu lintas, tingkat keamanan yang kita capai akan signifikan.

2. Jarak tempat kerja terlalu jauh untuk ditempuh dengan bersepeda.

Ya, jika rumah dan kantor berjarak lebih dari 20 km mungkin akan memakan waktu dan tenaga terlalu banyak. Namun banyak cara untuk mensiasatinya. Tentukan jarak terdekat yang bisa anda tempuh dengan sepeda, lalu gunakan kedaraan umum ke tempat tersebut, istilahnya mix commuting. Sekarang anda juga bisa menggunakan sepeda lipat yang dapat dipadu dengan moda transportasi lain.

3. Untuk B2W saya bakal mebutuhkan sepeda yang mahal

Keliru besar. Anda harusnya bisa mendapatkan sepeda baru atau bekas yang layak untuk komuter dengan dana 900 ribu rupiah bahkan kurang. Carilah toko sepeda lokal dengan penjual yang ramah dan mengerti kegiatan komuter bersepeda, atau tanyakan teman yang sudah lebih lama bersepeda ke tempat kerja. Jelaskan kondisi jalan yang akan anda lalui dan jarak perjalanan, mereka akan membantu memilihkan sepeda yang sesuai. jangan terjebak membeli yang mahal hanya karena gengsi. Eric Doyne, Public Relation Shimano sempat menyatakan bahwa sepeda “lifestyle” , yaitu yang didesain untuk sehari-hari dan untuk pesepeda kasual adalah pasar yang paling besar dengan pertumbuhan paling tinggi untuk industri sepeda saat ini, jika dibandingkan dengan sepeda balap kelas atas atau mountainbike yang memang dikhususkan untuk kalangan penghobi.

Jika anda baru mulai B2W, carilah sepeda yang fungsional seperti sepeda komuter yang memiliki fender untuk melindungi baju anda dari kotoran, standar samping dan sadel yang nyaman untuk diduduki.

4. Bersepeda tidak bisa membawa barang-barang yang saya butuhkan

Berarti anda memang sungguh keliru. Atau anda menggunakan sepeda dan tas yang salah. Pannier bag dan keranjang sepeda yang bagus, trunk dan banyak lagi aksesories dapat ditambahkan untuk memudahkan anda membawa barang: laptop, baju ganti, kotak makan siang, beberapa buku, map, dan gadget apapun yang biasanya anda bawa. Lihatlah contoh sepeda berikut atau tas ini jika anda masih ragu.

5. Ketika tiba di kantor, kita akan kucel dan bau badan

Jika ini yang anda khawatirkan, silakan segera mandi setelah sampai tempat kerja. Jika tidak terdapat kamar mandi di kantor anda atau kegiatan mandi tidak terakomodasi baik, mandilah di tempat lain di sekitar kantor anda. Sebagai alternatif, anda dapat menggunakan tisu basah atau tisu bayi. Odor no more!

6. Bersepeda menyebabkan impoten pada lelaki.

Memang terdapat kejadian dimana pesepeda serius dapat mengalami disfungsi ereksi temporer bahkan permanen jika duduk berjam-jam pada sadel balap yang tidak sesuai. Namun telah banyak digunakan sadel seperti ini yang dilengkapi alur yang didesain ergonomis supaya tidak terjadi tekanan pada arteri dan syaraf kemaluan. Jika anda masih saja takut, ada juga sadel tanpa ‘hidung’. Selama sadel yang anda gunakan tepat dan sesuai, dan anda tidak berlatih sekeras atlet Tour de France, bersepeda justru mengurangi kemungkinan disfungsi ereksi dibanding tuduhan sebagai penyebabnya. Bersepeda akan membuat penyakit jantung (penyebab utama disungsi ereksi) menjauh dari kita.

Sudah siapkah anda bersepeda? Mari kita belajar menyelamatkan bumi kita tercinta ini……..

One thought on “Bumikan Bumi Kita dengan Bersepeda…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s