Menjalin Persaudaraan dengan Lingkungan

Berbicara tentang komunikasi dan hubungan dengan orang lain, dan mengambil manfaat atas apa yang ada pada orang lain, menuntut kita membicarakan tentang bagaimana seni membangun hubungan dengan orang lain, metode dan cara dalam berinteraksi dengan orang lain harus kita jadikan prinsip. Ataupun boleh disimpulkan sebagai satu seni kehidupan yang wajib, yang tidak boleh tidak dan harus dimiliki setiap manusia jika mau hidup bahagia sesuai kodratnya sebagai manusia sosial. Apalagi jika metode ini dikaitkan dengan sebuah pekerjaan yang berinteraksi langsung dengan manusia satu ke manusia yang lainya. Misalnya seseorang yang mempunyai pekerjaan terkait dengan penjualan secara langsung ke konsumen seperti pada konsep direct selling.

Metode dalam menjalin hubungan dengan orang lain juga diajarkan oleh Islam. Dalam Islam konsep persaudaraan disebut dengan ukhuwah Islamiyah. Di dalam konsep ini kita sebagai sesama Islam diikat dengan tali persaudaraan tanpa memandang warna kulit, kaya-miskin, tinggi -pendek , dan lain sebagainya. Umat Islam dalam kehidupan sehari-hari sangat diajurkan untuk saling merasa memiliki antara satu individu dan induividu lainnya. Implikasi dalam ajaran ukhuwah Islamiyah adalah bagaimana seorang muslim melakukan interaksi dalam masyarakat, selalu bertegursapa, saling mengucap salam, slaing membantu, ada sikap penghormatan yang muda kepada yang lebih tua, dan sebagainya. Seharusnya kita sebagai umat Islam tentu saja  harus bisa mengamalkan konsep diatas dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut beberapa konsep penting yang harus diikuti dalam membina hubungan dengan orang lain.

1. Perbaiki Hubungan Dengan Allah swt.

Perbaiki hubungan denganNya, maka Allah swt akan memperbaiki hubungan kita dengan orang lain, kerana hati kita berada di dalam genggamanNya, Dia yang membolak balikkannya menurut kehendakNya.

“Dan jika mereka bermaksud hendak menipumu, maka sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi pelindungmu). Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan para mu’min, dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (8:62,63)

2. Mengkaji Karakter Seseorang

Beberapa kajian tentang psikologi sosial telah membuktikan bahawa setiap orang mempunyai corak, ragam dan karakter tertentu; dan secara umum setiap corak, ragam atau karakter itu bersifat visual (seseorang dalam melihat alam ini dan berinteraksi cenderung melalui gambar) atau boleh berkarakter mendengar (cenderung melalui kata-kata) atau berkarakter merasakan (cenderung melalui perasaan-perasaan dan getaran hati nuraninya.

Oleh sebab itu, mengenali karakter seseorang, kemudian berusaha memasukinya melalui karakter yang ada, dan mencoba mengenal serta beradaptasi dengan lingkungan akan menyebabkan keserasian, perpaduan dan dengan cepat kita dapat bersatu dengan lingkungan.

3. Ambil Tempat Orang Lain

Posisikan diri kita seperti orang lain dalam lingkungan tempat kita bernaung, kemudian bicara pada mereka sesuatu yang mereka suka, pergauli mereka dengan sikap yang sesuai bagi mereka.Tentu saja kita tetap menjaga norma norma yang sudah melekat sejak dulu dalam lingkungan yang kita masuki. Ketika kita sudah bisa memposisikan diri untuk bisa masuk dan berinteraksi dengan lingkungan, tentu saja dalam melakukan suatu yang terkait dalam lingkungan atau sistem tersebut akna lebih mudah untuk diselesaikan.

4. Senyum

Senyumlah selalu, lebih-lebih ketika keadaan menekan atau kejadian yang menyedihkan. Dalam konsep Islam disebutkan bahwa tersenyum dengan orang lain itu adalah sedekah dan sedekah itu adalah suatu pahala. Karena dalam kaitanya dengan bagaimana seseorang dalam menjalin hubungan dengan orang lain, disitu berlaku konsep “memberi dan menerima”. Jadi ketika apa yang kita berikan kepada lingkungan itu sesuatu hal yang positiif, maka kita pun akan menerima feedback sesuatu yang positif pula. Untuk itu usahakan untuk bisa selalu tersenyum dan ramah kepada orang lain ketika kita berada dalam suatu lingkungan.

5. Ketenangan

Jagalah ketenangan diri dan emosi hati kita ketika terjadi sesuatu yang mmembuat hati menjadi emosi atau marah. Karena ketika kita marah, maka akal sehat kita akan hilang sehingga kita tidak akan mampu untuk lebih jernih dalam berpikir. Ketika itu terjadi maka masalah yang seharusnya dapat diselesaikan malah akan tambah runyam dikarenakan kita emosi.  Ingatlah wasiat Rasulullah, “Jangan marah, jangan marah, jangan marah”. Wasiat tersebut sampai diulang hingga 3 kali, karena marah itu akan lebih banyak mudhorotnya daripada manfaatnya.

6. Selalu mempertimbangkan perasaan orang lain, hak-hak dan keperluan mereka

Ketika kitabeinteraksi dengan orang lain, ada beberapa hal yang sangat perlu untuk kita jaga sehingga tidak mengganggu keharmonisan hubungan kita dengan orang lain. Kunci dari sukses tidaknya kita dalam berinteraksi adalah bagaimana kita harus selalu berdiri diatas kepentingan bersama dibanding kepentingan kita pribadi. Banyak contoh bagaimana orang bisa jatuh begitu saja dikarenakan dia mengejar kepentingan pribadi. Memang dalam suatu lingkungan ada yang lebih dan ada yang kurang, tapi disitulah letak kesuksesan suatu organisasi. Bagaimana antara yang kurang dan yang lebih bisa saling mengisi untuk kemajuan tujuan organisasi tersebut.

7. Pilih Kata-kata

Pilih perkataan dalam percakapan dengan pernuh hati-hati, lebih-lebih lagi dalam pertemuan pertama. Berseri dan bergembira ketika berbicara dengan orang lain. Jauhi dari mimik dan raut muka kasar, walaupun kata-kata kita lebih lembut dari angin. Memang untuk yang satu ini sangat sulit untuk kita lakukan, karena terkait dengan karakter tiap tiap individu yang berbeda satu dengan yang lainnya. Yang lebih penting disini adalah bagaimana kita terlebih dahulu mengenal karakter nasing-masing tiap individu.

8. Hiasi ucapan dan bicara kita dengan kelembutan

Sangat perlu dalam lingkungan diselipi dengan sedikit humor atau bagaimana antara individu dalam lingkungan tersebut bisa saling bercanda, tetapi jangan berlebihan, serta tentu saja tidak menyinggung perasaan orang lain.

9. Hadiah walaupun kecil,

Bersegera dalam menolong dan membantu orang lain, walaupun sedikit adalah salah satu faktor dan sarana penting untuk menarik hati dan membangun hubungan antara sesama. Rasulullah bersabda, “Saling memberilah hadiah kalian nescaya kalian akan saling mencintai”.

Misalnya ketika ada salah satu rekan kita yang sakit, alngkah baiknya jika kita bisa bersama-sama untuk menjenguknya. Sehingga akan tercermin rasa persaudaraan antara elemen-elemen yang ada dalam lingkungan tersebut.


10. Menyebarkan salam

Saling memberi dan membalas  ucapan salam dengan lebih baik merupakan kunci hati, maka berusahalah untuk memiliki kunci ini dan janganlah kitaa seperti sebahagian orang yang jika orang lain memberi penghormatan, dia memandang aneh karena merasa tidak kenal. Dalasm kaitanya dengan ajaran Islam, kita dianjurkan untuk saling mengucapkan salam ketika bertemu dengan sesama muslim dan bahkan kita wajib unuk membalas salam tersebut. Dalam penerapanya pada suatu lingkungan, untuk lebih menjaga tali silaturahmi sekedar mengucap “selamat pagi”, “selamat sore”, atau sekedar say hallo, seharusnya akan sangat mudah kita lakukan.

11. Tepati janji dan jujur dalam berbicara

Walaupun kita tidak mampu berbuat seperti apa yang mereka inginkan. Tidak ada sifat manusia yang lebih kita dan lebih hina ketika berbuat dusta. Karena sifat dusta dapat menurunkan derajat dan kehormatan seseorang, di samping dapat menyebabkan orang lain tidak percaya lagi padanya.

12. Dermawan walaupun sedikit

Sifat dermawan dapat menempatkan kita pada posisi tertinggi dan terhormat di hati manusia. Tidak mungkin seseorang yang memperoleh kecintaan dari manusia kalau dia mempunyai sifal bakhil.

13. Sederhana,

Selalu bersifat sederhana dan tidak memberatkan atau membeda-bedakan dalam berhubungan dengan orang lain, teratur dan serasi dalam kehidupannya dapat menyebabkan orang lain menghormati kita, bahkan dari musuh sekalipun akan menhargai kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s