Strategi Bagi Pemula Dalam Memasuki Persaingan Pedagang Kaki Lima

Strategi Bagi Pemula Dalam Memasuki Persaingan Pedagang Kaki Lima

Kota Yogyakarta saat ini merupakan kota yang identik dengan kota yang disebut kota pelajar. Ini disebabakan dengan banyak berdirinya universitas baik itu negeri ataupun swasta yang bermunculan di Yogyakarta. Dengan kos\ndisi tersebut, berdampak pada bertambahnya populasi penduduk khususnya Yogyakarta. Dimana banyak orang dari luar daerah maupun antar pulau hijrah menuju kota Yogyakarta untuk menimba ilmu ataupun memang datang ke kota Yogyakarta untuk mencari peluanga untuk mendapatkan penghasilan untuk berbisnis. Maka tak heran banyak warga pendatang yang  justru sukses dengan usahanya berbisnis di kota Yogyakarta.

Dengan banyaknya pendatang di kota ini, sebetulnya merupakan peluang kita untuk mendapatkan keuntungan imbas dari kondisis diatas. Melalui riset pasar, kita harus benar-benar jeli memperoleh informasi terkait dengan apa yang dibutuhkan oleh pasar. Kebutuhan akan pangan menjadi fokus utama kita untuk kita uraikan disini. Hal ini dikarenakan kebutuhan akan pangan merupakan kebutuhan yang harus selalu tersedia dan mutlak untuk dipenuhi konsumen. Maka tak heran di sepanjang jalan di berbagai sudut kota Yogyakarta banyak berdiri berbagai macam warung makan dengan berbagai jenis untuk makanan yang ditawarkan. Dengan menjamurnya berbagai  warung maskan, maka banyak konsumen mulai jenuh, dan mulai mencari alternatif lain dalam upaya mememenuhi kebutuhannya akan pangan. Sehingga banayak para penjaja makanan seperti pecel lele, sea food, ayam bakar, dan sebagainya mulai bingung membaca berbagai macam keinginan pasar yang mulai berubah.

Kesulitan yang dialami para pedagang kaki lima salah satunya adalah terkait dengan pencarian lokasi yanng tepat. Hal ini disebabkan dengan Peraturan Pemerintah No 26 Tahun 2002,  di dalamnya dikatakan bahwa dalam upaya penataan tata ruang kota. Dimana pendirian lokasi tempat usaha tidak boleh menghilangkan fungsi fasilitas umum seperti trotoar, jalan raya, dan sebagainya. Selain itu pedagang kaki lima harus membersihkan peralatan jualnya setelah digunakan, sehingga lokasi yang digunakan harus tetap terjaga dari berbagai aspek yang meliputi kebersihan, kerapian, dan sebagainya. Sehingga lokasi tersebut tidak mengganggu dalam fungsinya sebagai sarana dan prasarana masyarakat. Terkait dengan hal ini, itu tergantung pada keseriusan kita dalam mengelola layout lokasi. Hal diatas juga merupakan tanggung jawab sosial kita terhadap masyarakat yang akan menjadi citra positif untuk usaha kita dimata masyarakat.

Mendapatkan lokasi untuk membuka suatu usaha sebenarnya tidaklah sesulit yang kita bayangkan. Maka tak jarang ada beberapa konsumen yang tetap mencari akan kebutuhan tertentu walaupu loaksi tempat yang menjadi tujuannya masuk ke gang sempit atau lokasi yang sulit untuk di akses. Itu disebabkan karena barang atau jasa yang ditawarkan sudah melekat di mata para konsumen. Sehingga kondisi diatas mengakibatkan munculnya sifat royal dari konsumen.

Untuk mendapatkan kesetiaan konsumen akan suatu barang atau jasa, diperlukan beberapa strategi untuk kita terapkan. Strategi yang dimaksud adalah :

1. Diferensiasi produk

Strategi ini terkait dengan bagaimana memunculkan faktor pembeda dari produk pesaing. Pembeda disini bisa dikategorikan dalam berbagai aspek yang meliputi harga, kemasan, variasi product, dan tingkat pelayanan. Denagan adanya faktor pembeda tersebut diharapkan konsumen bisa memilih mana satu dari beberapa produk yang sejenis yang bisa betul betul dapat sebagai pemuas kebutuhanya.

2. Penetapan Lokasi

Dalam menentukan lokasi, terkadang kita hanya terfokus pada beberapa hal yang sebetulnya tidak begitu berpengaruh. Padahal penentuan lokasi tidak harus dekat dengan akses jalan utama. Yang terpenting adalah aksesnya menuju lokasi tersebut ada. Percuma jika lokasi di dekat jalan uatama tetapi dnegan kondisi lalu lintas jalan yang padat. Maka tak heran saat ini banyak para pelaku usaha mendirikan lokasi usaha di tempat tempat yang jauh dari akses jalan utama tetapi mudah untuk sampai ke lokasi tersebut. Seperti dijalan tembusan Ambarukmo Plaza ke utara, di sepanjang jalan tersebut terdapat berjejeran warung makan yang berkonsep rtekreasi. Rekreasi disini adalah mereka membuat konsumen tidak datang semata-mata hanya untuk makan, tetapi juga merupakan sarana untuk rekreasi dengan alam sebagai latar be;akangnya. Ini yang dijual kepada konsumen selain berbagai jenis makanan yang ditawarkan.

3. Penentuan harga

Pada tahap ini merupakan bagian yang penting untuk kita dalam membuat suatu penetapan harga yang paling tepat. Tepat disini terkait dengan suatu kondisi dimana harga tersebut bisa memenuhi semua biaya, biaya disini adalah biaya yang dikeluarkan produsen dan biaya yang dikeluarkan konsumen untuk mendapatkan barang atau jasa tersebut. Antara keduanya harus terjadi hubungan yang bersifat timbal balik dan tidakada salah satu yang merasa dirugikan. Kemudian dalam menentukan harga kita juga harus melihat harga yang ditetapkan para pesaing. Untuk mampu bersaing dengan para pesaing terkait dengan harga, kita harus membuat suatu strategi yang dapat meminimalkan biaya-biaya yang dapat mempengaruhi harga yang akan kita tetapkan.Biasanya unuk mencari solusi dalam penetapan harga ini, biasanya produsen akan mencari sumber dari faktor-faktor produksi yang lebih efisien dari supplier para pesaing yang lain. Untuk lebih jelasnya, mungkin kita bisa mengkaji lebih jauh melalui beberapa buku atau artikel yang terkait dengan proses penentuan harga.

Sebaiknya kita dalam menentukan harga harus benar- benar hati-hati. Karena harga adalah merupakan salah satu media kita dalam berkomunikasi dengan konsumen. Selain itu dengan harga pula konsumen secara psikologis akan memunculkan sikap loyal terhadap kita atau mungkin dnegan harga konsumen akan menyerang balik kita. Perlu diingat sekalli lagi bahwa Konsumen akan sangat sensitif sekali terhadap harga.

Sebagai pemula dalam melakukan suatu wirausaha, mungkin beberapa hal diatas bisa dijadikan pedoman kita dalam memulai suatu usaha. Terkait dengan warung kaki lima, kita jangan putus asa dalam mengelolanya. Memang berat untuk awal mulanya, keputusan konsumen atau pembeli untuk membuat keputusan untuk membeli akan terbentuk dengan sendirinya seiring dengan inovasi dari berbagai hal yang telah kita lakukan. Secuil hal diatas semoga bermanfaat, karena menurut saya pribadi ke tiga hal diatas untuk pemula jika kita garap dengan baik maka akan menjadi suatu konsep yang akan membangun atau sebagi pondasi usaha kita. Sehingga diharapkan uisaha yang kita bangun cepat atau lambat akan sampai minimal pada tahap kematangan, dan bisa bertahan dalam persaingan.

Hafid Lastito