Hitam Putih

Pentingnya Kemudahan Akses Menuju Wilayah Pedesaan

Angkutan di pedesaan

Akses transportasi di wilayah pedesaan adalah sesuatu yang sangat penting untuk dikembangkan. Terlebih di negara-negara yang sedang berkembang. Kebutuhan akan sumber daya produksi sebagian besar berasal dari pedesaaan, termasuk faktor-faktor produksi yang lain. Untuk itu akses dari desa ke kota maupun sebaliknya harus terus dikembangkan untuk kedepannya. Keterbatasan kebutuhan yang terdapat pada pemukiman tempat tinggal adalah salah satu faktor bahwa manusia harus melakukan pergerakan ke wilayah lain dalam upaya memenuhi kebutuhan tersebut.

Saat ini masyarakat di  wilayah pedesaan masih menggunakan moda transportasi konvensional untuk bisa mengakses menuju ke daerah atua wilayah yang lain. Untuk transportasi darat masih mengunankan gerobag, dokar, kemudian untuk trasportasi air masih menggunakan sampan dan perahu. Di wilayah pedesaaan yang notabene masyarakatnya adalah petani, sangat  potensial mereka mau untuk melakukan distribusi hasil pertanian ke daerah yang lain. Karena jika suatu barang di distribusikan ke darah yang lain maka akan menimbulkan adanya biaya perpindahan akan barang tersebut. Tentu saja hal ini akan berpengaruh pada meningkatnya nilai ekonomi barang tersebut.

Kemudahan akses antar wilayah juga kan berpengaruh pada cepat atau lambat tingkat pembangunan di wilayah tersebut. Hal ini terkait dengan disribusi hasil hasil pembangunan yang mudah untuk masuk ke wilayah tersebut. Berbeda dengan daerah yang terisolir atau sangat sulit untuk akses ke wilayah tertentu. Sehingga kemajuan  di wilayah tersebut akan lambat di berbagai sektor termasuk ekonomi, komunikasi, pendidikan yang akan mempengaruhi kualitas sumber daya manusiaatau masyarakat di wilayah tersebut.

Morlok (1988), mengemukakan bahwa akibat adanya perbedaan tingkat pemilikan sumberdaya dan keterbatasan kemampuan wilayah dalam mendukung kebutuhan penduduk suatu wilayah menyebabkan terjadinya pertukaran barang, orang dan jasa antar wilayah “

Perpindahan manusia untuk berhubungan ke wilayah yang lain memerlukan sebuah akses atau sebuah jaringan untuk dapat mencapai wilayah yang dituju. Akses tersebut bisa berupa jaringan jalan, ketersediaan sarana atau moda transportasi yang digunakan. Ada beberapa hal yang mempengaruhi tingkat mobilitas penduduk di pedesaan :

– Ketersediaan sarana, termasuk jaringan jalan dan infrastruktur

– Faktor Ekonomi, dalam hal ini tingkat penghasilan yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk membeli sebuah moda transportasi (Mobil,motor,sepeda,dsb)

– Tingkat kepadatan pemukiman, semakin tinggi tingkat kepadatan antar pemukiman maka akan semakin rendah pula tingkat mobilitas penduduk di wilayah tersebut. Ketika jarak yang ditempuh semakin dekat maka manusia cenderung untuk tidak menggunakan moda ( jalan kaki)

– Faktor ketersediaan kebutuhan dapat disediakan di wilayah tersebut. Kondisi dimana kebutuhan akan barang atau jasa tertentu tidak tertpenuhi di tempat dimana manusia itu tinggal, maka mereka akan cenderung mencari ke daerah lain untuk pemenuhan kebutuhan tersebut.

– Faktor Kemauan atau keinginan masyarakat suatu wilayah itu ingin maju dan berkembang. Banyak daerah atau wilayah di daerah daerah terpencil di Indonesia seperti terisolir dari hasil hasil pembangunan. Padahal Pemerintah sudah menyediakan ketersdiaan akan akses dalam upaya pendistribusian hasil pembangunan. Tetapi faktor adat dan budaya masyrakat setempat yang memang sudah melekat dan sudah mengakar adalah salah satu kondisi mengapa dampak dari pemabngunan di suatu wilayah tidak terlihat. Padahal sebenarnya distribusi pembangunan sudah samapi ke daerah tersebut.

Hurst (1974) mengemukakan bahwa interaksi antar wilayah tercermin pada keadaan fasilitas transportasi serta aliran orang, barang, maupun jasa “

Hubungan kemudahan akses transportasi jika dikaitkan dengan pemasaran suatu produk akan sangat berpengaruh ketika barang tersebut sampai pada tahap distribusi. Kebutuhan akan suatu barang atau produk di wilayah tertentu akan semakin cepat terpenuhi dengan jika kondisi sistem transportasi dan akses untuk menuju wilayah tersebut baik. Sedangkan untuk barang yang bersifat continue atau barang yang secara terus menerus dibutuhkan masyarakat seperti kebutuhan pokok. Sistem penggudangan yang baik  akan sangat efektif  supaya konsumen atau masyarakat selalu dan mudah untuk mendapatkan kebutuhan tersebut.

Transportasi berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan produsen dengan konsumen sehuingga meniadakan jarak diantara keduanya. Jarak tersebut dapat dinyatakan sebagai jarak waktu maupun jarak geografis. Jarak waktu timbul karena barang yang dihasilkan hari ini mungkin belum dipergunakan sampai besok. Jarak  ini dijembatani melalui proses penggudangan dengan teknik tertentu untuk mencegah kerusakan barang yang bersangkutan.

Dari beberapa hal diatas dapat disimpulkan bahwa cepat atau lambatnya kemajuan atau pertumbuhan pembangunan di suatu wilayah akan sangat dipengaruhi oleh kemudahan akses untuk masuk ke wilayah tersebut. Akses tersebut meliputi sebuah sistem aatu jaringan yang didalamnya termasuk jaringan jalan, sistem tata ruang dan infrastruktur. Ketika sistem,akses,dan jaringan di suatu wilayah itu baik, maka  akan mengundang pembangunan di sektor yang lain untuk masuk ke wilayah itu.  Karena indikator kemajuan suatu wilayah itu dapat dilihat dari tingkat aksesibiltas suatu wilayah atau ketersedian sarana  dan prasarana termasuk  penataan sistem jaringan jalan dan infrastruktur yang baik.

Kamis, 11 Februari 2010, 10.45 WIB

Hafid Lastito

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s